Lanjutan – Maukah Engkau Sembuh

Maaf … telat posting… tapi dari pada tidak sama sekali… he..he..

Berhubung penulis tidak bisa ikutan pada waktu acara Doa Mohon Kesembuhan bersama Robert Canton yang diselenggarakan pada tanggal 15 Oktober, bulan lalu di Mega Glodok. Penulis juga sedang berduka saat itu dan pada hari Sabtu, 17 Oktober,  pagi berangkat ke Semarang untuk menghantarkan ibunda ke tempat peristirahatan terakhir pada hari itu juga.

Ternyata saat Misa di Semarang, yaitu tepatnya Misa Minggu sorenya, ada spanduk tentang acara Doa Mohon Kesembuhan bersama Robert Canton, yang diselengarakan pada hari Selasa, 20 Oktober, di Katedral Semarang, dan gratis. Penulis menyempatkan hadir bersama ayahanda, memang tidak begitu banyak yang hadir karena KKR seperti ini memang tidak terlalu populer di kalangan kaum Katolik. Tetapi yang hadir untuk disembuhkan memang lebih banyak orang tua yang sudah sepuh. Sayangnya penulis tidak meneruskan sampai dengan acara selesai, tetapi selama 2 setengah jam mengikuti memang terasa ada perubahan, tidak banyak tapi berarti,  seperti mengalami siraman rohani.

Menurut penulis, ada baiknya kaum muda atau OMK untuk mengikuti acara-acara KKR dan sejenisnya, selain membangun iman dan sosialisasi antar umat, juga … jujur saja…  penulis merasakan bahwa iman bisa semakin tumbuh dan merasa tidak sendiri… karena ternyata banyak juga dari umat kita dari kalangan kaum muda yang ingin bertumbuh juga dalam iman, selain rutinitas kehadiran dalam misa setiap minggunya.

GBU and Pax in Nomine Christi.

Comments
2 Responses to “Lanjutan – Maukah Engkau Sembuh”
  1. L-ta says:

    Tolong di share dong, siraman rohani seperti apa yang didapat ?
    Penulis, kamu sudah ikut acara KKR kemana lagi setelah dari acara Robert Canton ?

    • kwil3 says:

      Siraman rohani-nya…??? Sepengetahuan dan sesadar penulis rasakan adalah perasaan sukacita dan teratur, seperti yang mbak Lita ketahui bahwasannya penulis tidak dapat berdo’a dengan “baik” selalu ada saja pikiran dan perkataan dalam hati yang mengganggu… makanya selalu absen Misa, he..he..he… tetapi pada saat itu seperti ada yang mengatur, sehingga pikiran dan perkataan dalam hati itu semua tertib dan hormat (tunduk pada perintah..sepertinya).
      Maka berbahagialah orang yang bisa berdo’a, karena mungkin masih ada orang seperti penulis yang masih sulit untuk berdo’a… selagi masih bisa berdo’a, maka berdo’alah setiap waktu, karena tidak banyak orang yang bisa melakukannya… Semoga sharing ini bermanfaat.

      KKR ya? Belum sih… baru ada satu kesempatan itu, seperti ada yang nyuruh dateng aja… Thanks.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: