Misa Alam : St Benecditus Kologad Paroki Kalvari Lubang Buaya di Dusun Tangkil Ngargomulyo

Oase Di Sebuah Dusun Bernama Tangkil

Sabtu 28 November mendung menggelanyut di bumi Merapi, namun puluhan orang dengan memakai seragam kaos ungu menyeruak ke Dusun Tangkil ingin merasakan Misa Alam tanpa memperdulikan langit yang tertutup mendung, satu bus besar penuh berisi umat yang haus akan kerinduan alam terutama air Merapi yang telah mengubah banyak orang. Umat yang rata-rata sudah berkeluarga bahkan ada yang telah beranak cucupun tak ketinggalan mengikuti Misa Alam, mungkin ini Misa Alam yang diikuti oleh berbagai generasi, terlihat ada anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua. Daya hisap Merapi kian hari menimbulkan banyak pertanyaan, ada apa dengan lereng Merapi ? Pertanyaan ini terjawab sudah jika yang bertanya merasakan sendiri pengalaman religiositas misa alam atau live in. Tak sedikit mereka yang ikut live in atau misa alam mengalami perubahan sikap, bahkan berubah secara drastis sepulang dari mengikuti live in dan misa alam.

Para ibu-ibu dan bapak-bapak yang jumlahnya hampir 70-an orang ditambah dengan anak-anak setia mengikuti jalannya misa alam ini. Misa alam dibuka oleh Romo Singgih Guritno Pr. Romo muda yang energik dan penuh senyum ini membuka misa dengan sapaan khas Merapi. Misa Alam dibuka di Kapel St Paulus dusun Tangkil Ngargomulyo kemudian dilanjutkan dengan edukasi berbasis alam di Tuk Ayu Nirmala. Dipandu dengan Tim Tuk Mancur, peserta yang sebagian besar berasal dari suku Jawa sehingga peyampaiannya bercampur dengan dialek jawa. Terlihat Pak Longgar, Pak Purwanto, Mas Revo, Pak Tarno, Pak Sibang dan lain lain sigap berbahasa jawa khas desa.

Di Jembatan Kali Lamat peserta diajak sharing pengenalan alam. Juga seperti biasa jalan mundur sebagai sarana pelatihan mengatasi rasa takut ketika nantinya masuk ke dalam air. Peserta diajak untuk mengenal alam dengan memetik daun-daunnya, proses ini adalah sebagai sarana pengenalan alam sekitarnya, walau banyak peserta yang mengkerutkan keningnya. Untuk apa ? Misa alam atau live in kita diajak untuk menyikapi alam. Setidaknya pengambilan daun atau pohon yang di situ maka akan diingatkan bahwa tumbuh-tumbuhan itu hidup dari air.

Berita selengkapnya silahkan click link berikut ini http://www.egmca.net/misa-alam-st-benecditus-kologad-paroki-kalvari-lubang-buaya-di-dusun-tangkil-ngargomulyo/

Mengenai GMCA (Gerakan Masyarakat Cinta Tanah Air) dapat mengunjungi situs : http://www.egmca.net

GMCA ini diasuh oleh Rm. V. Kirjito, selaku moderator dari www.egmca.net

Comments
2 Responses to “Misa Alam : St Benecditus Kologad Paroki Kalvari Lubang Buaya di Dusun Tangkil Ngargomulyo”
  1. V. Kirjito says:

    Terima kasih atas kunjungan dan kebersamaan dalam Misa Alam di Lereng Merapi.

    Selamat Natal 25 Des 2009
    “Datanglah KerajaanMu di bumi,seperti di dalam sorga”

    RK

  2. Kinji says:

    Selamat Natal dan Tahun Baru 2010 juga Romo Kirji.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: